Neighbors [1]

IMG_20160407_132553

What if they’re your neighbors?

.

[Breaking Things]

tumblr_om2b4omhhs1qagqqso1_400

SEBAGAI orang yang sudah menjadi tetangga Kim Namjoon selama tiga tahun lamanya, Bianca tidak terkejut lagi saat jam tiga dini hari bel mendadak berbunyi. Sang gadis dapat melihat piyama bermotif Ryan—karakter Kakao—Namjoon tertangkap oleh kamera dekat pintu.

Bianca menghela napas. Baru berapa lama ia tertidur tadi? Dua jam?

Pemuda jangkung tersebut lantas memasang senyum polos saat Bianca membuka pintu. “Ini seharusnya penting, Joon. Since this is three a.m in the morning and I’ve just fell asleep.”

Namjoon meringis sedikit. “Well, pertama, maafkan aku karena sudah mengganggu tidurmu, Bee.” Pemuda itu menepuk pundak Bianca perlahan dengan senyum canggung. “Kedua, tujuanku datang ke sini untuk meminjam perkakasmu. Wastafelku bocor dan kamarku sebentar lagi akan menjadi akuarium dalam ruangan. This is urgent.”

Mendengar hal itu Bianca langsung mengambil perkakas yang ditinggalkan ayahnya dalam laci lantas menyerahkannya pada Namjoon. Wastafel rusak memang wajar, tapi sudah dua kali dalam seminggu ini hal itu terjadi.

Bianca hanya bisa menghela napas lagi.

.

[Got Into]

tumblr_inline_nywq5zmjlu1t9j8m3_500

“Hei, Jo! Ada paket untukmu!”

Seraya mengikat rambutnya, Jo memutar bola mata mendengar suara yang tak lagi asing di telinga. Akhir-akhir ini ia selalu bertanya-tanya mengapa kurir tidak pernah langsung mengantarkan paket ke depan pintu apartemennya. Paketnya selalu saja berakhir di tangan Kim Seokjin.

Jo bahkan sudah mengecek dua-tiga kali alamat yang ia tulis di form pemesanan, tapi hasilnya tetap sama saja.

Ia langsung berhadapan dengan box besar saat membuka pintu. Jo ingat ia baru saja membeli beberapa peralatan memasak sebagai hasil dari gaji pertamanya. Secara natural sang pemuda masuk ke dalam apartemennya dan meletakkan paket di atas meja makan.

Sungguh aneh bagaimana pemuda tersebut memasuki apartemennya seakan-akan itu hal normal untuk dilakukan.

“Kau beli apa saja, sih? Rasanya berat sekali,” tanya Seokjin sambil merelaksasi bahunya.

Juicer, frying pan dan sebuah panci kecil,” jawab Jo perlahan. Sang gadis dengan sigap mengeluarkan sebotol air dingin lalu menyajikannya di atas meja. “Kautahu, kalau paket-paket ini secara ajaib tersesat di tempatmu lagi, kau bisa meninggalkannya di depan apartemen.”

Seokjin mendengus. “Dan membiarkan orang lain mengambilnya? Yang benar saja, Jo.” Pemuda itu kemudian menenggak airnya sampai tuntas dan melanjutkan, “You know, menurutku ada untungnya juga paket-paketmu selalu sampai ke tempatku terlebih dahulu. Para kurir bisa menyeramkan kadang-kadang. Apalagi untuk gadis yang tinggal sendirian sepertimu. Aku tidak keberatan bisa membantu tetangga.”

Tak lama, Seokjin kemudian kembali ke apartemennya.

Terusik kuriositas, Jo melihat alamat yang tertulis di box-nya sebelum membuka segel. Itu benar alamatnya, kok.

Jawaban mengapa Seokjin selalu menerima paketnya berakhir menjadi hal yang sangat ingin segera ia temukan.

.

[Stray Cat]

99fd3c03fdb35bf515edd94af13eec71

Kedinginan, Mari mempercepat langkahnya menembus jalanan. Ia dapat melihat uap-uap putih melayang-layang di depan bibir. Cuaca hari ini sangat susah diprediksi. Ia harus sampai ke apartemennya sesegera mungkin atau ia akan membeku.

Ada dua jalan untuk sampai di tempat tinggalnya: lewat jalan besar dan ramai, atau lewat sebuah gang kecil sepi. Biasanya Mari lebih sering melewati jalan yang pertama, karena walaupun agak memutar tetapi setidaknya ia merasa aman melihat banyak orang. Mungkin untuk saat ini tidak ada salahnya melewati rute yang kedua. Hari ini terlalu dingin untuk keluar rumah. Orang-orang jahat seharusnya membeku saja jika tetap beraksi pada suhu seperti ini.

Setengah perjalanan ia melihat sosok berpakaian serba hitam berada di bawah lampu jalanan. Mari sempat ketakutan sesaat. Tapi figur itu sepertinya sudah ia hapal di luar kepala. Itu tetangganya.

Sang gadis memutuskan untuk mengamati gelagat sang pemuda dari kejauhan. Sang pemuda mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya lantas melemparkannya pada sebuah dus di bawah lampu. Mari dapat mendengar beberapa ekor kecil mengeong.

Mari otomatis mengulum senyum. Dulu ibunya pernah berkata, hanya orang-orang berhati hangat lah yang mampu merasakan penderitaan binatang-binatang terlantar. Sejak awal pindah ke apartemennya, Mari juga punya keyakinan itu. Meski sang pemuda cenderung banyak diam, tapi ia cukup peka untuk bertindak.

Tanpa ragu, Mari melangkah cepat ke arah sang pemuda dan berteriak, “Yoongi!”

Pemuda tersebut akhirnya menoleh. Cahaya lampu membuat kantung matanya kasat mata. Yoongi mengangkat alisnya, terkejut. “Mari? Sedang apa kau di sini?”

Mari tersenyum. “Sudah, ayo kita bicarakan nanti saat sampai di apartemen! Hari ini dingin sekali, bukankah begitu?”

Sesederhana itu akhirnya Mari tidak perlu takut lagi untuk pulang.

.

[Welcome Party]

5bae4ca2ab10dbdd06881c3aaa5e9723

Vionna tidak pernah menyangka tetangga barunya—pemuda dengan senyum manis dan berwajah cerah—yang tadi pagi mengetuk pintunya akan membuatnya menjadi senewen seperti ini.

Demi apapun ia sedang berusaha untuk merevisi skripsinya namun ia terdistraksi hebat dengan suara dari sebelah. Vio tidak pernah tahu ia akan butuh apartemen yang kedap suara sampai pemuda ini pindah.

Oh, iya benar. Pemuda itu tadi pagi memang mengundangnya untuk ke pesta penyambutan (yang dengan sopan akhirnya ia tolak). Ia pikir hanya pesta kecil-kecilan dengan makan malam berbagai kudapan, tapi nyatanya Twenty One Pilots sampai Eminem menembus dinding pembatas antara keduanya.

Berkali-kali Vio mencoba untuk menarik napas menenangkan diri, sampai akhirnya ia tidak tahan saat lagu Tinashe sampai ke telinganya.

Persetan dengan kesan pertama tetangga baru.

Vio melangkah keluar apartemen dan mengetuk pintu tetangganya dengan cepat. Sang pemuda berambut legam menyambutnya dengan senyum cerah yang sama. Manis, namun tidak cukup untuk membendung gelegak amarah sang gadis.

Ah! Violet! Ayo masuk! Tetangga yang lain juga sudah ada di dalam! Kupikir kau tidak jadi datang hari ini.”

Vio menghela napas, berusaha untuk menata kalimat cacian yang tidak beraturan dalam kepalanya. “Biar kujelaskan dua hal: Pertama, namaku Vionna. Kedua, tuan—“

“Panggil saja aku Hoseok.”

Ia memutar kedua bola matanya sejenak sebelum akhirnya melanjutkan, “Ya, ya. Hoseok. Aku akan sangat menghargaimu dan pesta kecilmu kalau kau mau mengecilkan sedikit volume speaker di sana. You know what? Itu mengganggu, dan aku butuh ketenangan untuk mengerjakan skripsiku. Demi apa pun deadline-ku tinggal dua hari, aku sangat frustasi. Jadi tolong bantu aku mengendalikan emosiku.”

Hoseok terkejut sesaat. Ia kemudian langsung berteriak pada pemuda lain di dalam apartemennya. “Jungkook! Kubilang apa padamu, kecilkan speaker-nya!”

Tangannya mengusap tengkuk saat menatap Vio kembali. “Aku tidak tahu aku akan jadi seribut ini, maafkan aku.”

“Yah, people make mistakes. Don’t worry. Maafkan aku juga karena sudah mengomel pada hari pertamamu di sini. Semoga kau tetap betah.”

Sang pemuda kemudian terkekeh, dan Vio bersumpah itu tawa termanis yang pernah ia lihat.

“Oh, ya. Aku baru saja mau ke apartemenmu dan mengatakan sesuatu,” kata Hoseok. Ia membetulkan snapback yang dipakainya, lalu melanjutkan, “Karena kau satu-satunya yang tidak ikut pesta hari ini, aku berencana untuk mentraktirmu makan siang … Kapan pun kau bisa! Beri tahu saja aku kalau urusanmu sudah selesai. Thesises are hard, indeed.

Beruntungnya Vio mendapat tetangga baru seperti ini.

.

.


A/N: 1) inspired by a random thread that i’ve read on twitter terus …. oh ya bisa juga ya ternyata. 2) maknae line tunggu aja dulu ya soalnya saya butuh waktu buat napas abis bikin ini #alasan. 3) saya mau menangis pelangi dulu gif hyung-line ternyata banyak yang boyfriend abis ya ternyata. 4) ayok teman-teman streaming Change-nya RM featuring Wale karena saya punya obsesi pengen menambah view mixtape dia sebelum ulang tahun!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s